Para ilmuwan di AS berencana mengorbitkan sebuah satelit mini untuk membantu melakukan prediksi mengenai iklim di Bumi. Seperti apa?
Perbedaan antara jumlah energi matahari ke Bumi dan yang memancar kembali ke angkasa akan mempengaruhi iklim planet kita, baik itu menghangat atau mendingin. Untuk saat ini, perbedaan suhu tersebut belum bisa diukur secara tepat.
Namun ilmuwan di Applied Physics Laboratory, Johns Hopkins University, Maryland, AS, merencanakan untuk menggunakan satelit mini yang disebut Cubesats untuk tujuan itu.
Mengutip VOA, ukuranCubesats tidak jauh lebih besar dari sebongkah roti tawar. Meski demikian, satelit mini ini dapat mengorbit serta memuat sejumlah sensor dan instrumen di dalamnya.
Terobosan ilmiah dalam satu dekade terakhir memungkinkan produksi satelit dengan lebih murah dan lebih ringan serta mengangkut semua perangkat pesawat antariksa untuk komunikasi, navigasi, dan pembangkitan energi listrik.
Para ilmuwan akan memanfaatkan Cubesats ini untuk menghitung perubahan iklim Bumi secara lebih tepat.
"Cubesats akan digunakan untuk mengukur apa yang oleh ilmuwan anggap sebagai ketidakseimbangan kecil antara radiasi matahari ke Bumi dan yang terpancar keluar, dipantulkan dan dipancarkan dari Bumi serta mempengaruhi iklim di masa depan," ungkap Bill Swartz, ilmuwan senior yang terlibat dalam proyek bernama Ravan ini.
Cubesats pertama dari proyek ini rencananya akan diluncurkan pada tahun depan. Satelit mini tersebut akan diposisikan antara 550 dan 750 kilometer di atas Bumi, yang memungkinkan pemantauan ke seluruh planet.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar