Selain mengumumkan 4 tablet dan smartphone Galaxy S5 di awal 2014, Samsung juga dilaporkan akan mengumumkan smartphone lain yang dinamakan
Rabu, 01 Januari 2014
Samsung Galaxy Grand Lite Disahkan FCC, Siap Rilis di CES 2014
Selain mengumumkan 4 tablet dan smartphone Galaxy S5 di awal 2014, Samsung juga dilaporkan akan mengumumkan smartphone lain yang dinamakan
Galaxy S5 Akan Gunakan Layar 5.2 Inci PenTile Diamond
Meski rumor desain melengkung resmi berakhir, namun yang pasti tampilan layar Samsung Galaxy S5 jauh lebih hebat ketimbang Samsung Galaxy S4.
Situs Korea DDaily melaporkan bahwa Samsung Display mulai memproduksi secara massal panel layar 5,25 inci qHD (Quad HD) AMOLED untuk Galaxy S5 baru . Jika itu benar, maka layar Galaxy terbaik berikutnya akan memiliki kepadatan pixel yang fantastis dengan 559,47 PPI, yang dihasilkan dari resolusi 2560 x 1440.
Untuk mendapatkan hasil tersebut, Samsung harus melakukan inovasi baru dengan menciptakan teknologi PenTile pixel diamond – like (mirip dengan layar AMOLED dari S4 dan Note 3), teknologi ini menghilangkan masalah pada reproduksi warna yang kerap terjadi pada layar ponsel Samsung yang lebih tua.
Namun kita hasur sadar bahwa laporan dari Korea tidak selalu akurat, sehingga untuk saat ini masih belum ada kepastian yang jelas. Dan kami menganggap tidak ada yang akan mengetahui benar sampai Samsung mengumumkan Galaxy S5 secara resmi.
Sebenarnya tidak akan menjadi kejutan bagi Galaxy baru dalam memakai layar 5,25 inci dengan resolusi 2560 x 1440 piksel. Ponsel Vivo di Cina malah sudah merilis handset seperti ini lebih dulu dengan layar 2560 x 1440 pixel, meski dengan layar yang lebih besar berukuran 6 inci.
Tentu saja, beberapa akan berpendapat bahwa 5,25 inci terlalu besar untuk sebuah smartphone. Tapi jika kamnu pernah mengenggam LG Optimus G2, menurut kami handset 5.2 inci masih bisa nyaman untuk penggunaan satu tangan asalkan itu dirancang dengan baik.
Samsung bisa mengungkap Galaxy S5 pada awal Februari ( di MWC 2014 ) .
Ketika Samsung Galaxy S5 Dibuat Desainer HTC
Semua orang boleh saja berimajinasi, termasuk designer Hasan Kaymak yang sering menampilkan konsep untuk handset HTC. Dan sekarang ia pun mengambil pensilnya untuk menggambar konsep ponsel Samsung Galaxy S5 di kanvasnya.
Entah simpatisan HTC yang coba beralih ke ponsel terbaik bikinan Korea, hasil gambar rekaan Hasan membuat Samsung Galaxy S5 malah lebih terlihat seperti kerabat dekat HTC One, termasuk ukuran tepian layar yang dirahasiakan, dua speaker di depan (mirip dengan HTC BoomSound), casing logam, sudut melengkung, dan port microUSB.
Menurut Hasan, Galaxy S5 akan ikut membawa interface TouchWiz 5 berjalan bersama di atas Android 4.4 KitKat, dan bukannya sebuah bar notifikasi pada layar kunci, notifikasi malah akan muncul di bawah gambar. Notifikasi masih harus diaktifkan dengan cara menggeser dari atas ke bawah. Konsep ini malah juga menawarkan dukungan untuk perintah suara.
Menurut kami, Samsung Galaxy S5 pasti tidak akan terlihat seperti ini, meski sepertinya akan melihat Galaxy S5 bertubuh logam.
Google Glass Bikin Orang Ketakutan
Kacamata pintar Google Glass rencananya akan dipasarkan massal tahun ini yaitu 2014. Bagaimana kira kira rasanya memakai kacamata tersebut dalam waktu lama?
Mat Honan adalah wartawan dari media teknologi Wired yang berkesempatan menjajal Google Glass selama setahun. Ternyata, pengalaman memakai Glass tidak sepenuhnya bagus. Orang orang malah merasa takut berada di dekat Mat.
"Lagi dan lagi, aku membuat orang orang merasa tidak nyaman. Aku jadinya juga merasa tidak nyaman," kata Mat.
Honan menilai Google Glass tidak cocok sama sekali dalam banyak situasi sosial. Misalnya saat makan malam bersama, di kendaraan umum atau di sekolah.
"Aku kadang bikin takut para siswa di sekolah anakku saat memakainya," tambah Mat Selasa (31/12/2013).
Sepertinya, orang orang merasa dimata matai oleh pengguna Google Glass. Maklum saja, kacamata ini memungkinkan pemakainya merekam video ataupun menjepret foto secara diam diam.
Namun menurut Honan, tetap ada keuntungan memakai Glass. Yaitu orang tetap bisa mengakses fungsi smartphone tanpa harus bolak balik memeriksa perangkat di saku. Karena Glass memiliki kemiripan fungsi dengan smartphone.
Mat Honan adalah wartawan dari media teknologi Wired yang berkesempatan menjajal Google Glass selama setahun. Ternyata, pengalaman memakai Glass tidak sepenuhnya bagus. Orang orang malah merasa takut berada di dekat Mat.
"Lagi dan lagi, aku membuat orang orang merasa tidak nyaman. Aku jadinya juga merasa tidak nyaman," kata Mat.
Honan menilai Google Glass tidak cocok sama sekali dalam banyak situasi sosial. Misalnya saat makan malam bersama, di kendaraan umum atau di sekolah.
"Aku kadang bikin takut para siswa di sekolah anakku saat memakainya," tambah Mat Selasa (31/12/2013).
Sepertinya, orang orang merasa dimata matai oleh pengguna Google Glass. Maklum saja, kacamata ini memungkinkan pemakainya merekam video ataupun menjepret foto secara diam diam.
Namun menurut Honan, tetap ada keuntungan memakai Glass. Yaitu orang tetap bisa mengakses fungsi smartphone tanpa harus bolak balik memeriksa perangkat di saku. Karena Glass memiliki kemiripan fungsi dengan smartphone.
BlackBerry Jakarta Tanpa Keyboard
Satu hal yang sangat lekat dan diingat publik soal BlackBerry mungkin adalah qwerty keyboardnya yang melegenda. Istilahnya saat itu, qwerty keyboard BlackBerry 'mengendalikan' dunia. Namun tren kemudian berubah dan BlackBerry kukuh mempertahankan fitur andalannya tersebut.
Sampai kemudian, BlackBerry terus kehilangan pangsa pasar secara signifikan. Belakangan, BlackBerry pun menghadirkan ponsel full layar sentuh Z10. Sayangnya, BlackBerry dinilai terlambat dan tidak sukses memikat pasar.
Tampaknya BlackBerry akan mencoba lagi peruntungannya menghadirkan smartphone layar sentuh. BlackBerry terbaru, yang disebut-sebut punya nama kode Jakarta, kabarnya tidak akan menggunakan keyboard.
Laporan yang dilansir Boys Genius Report, Selasa (31/12/2013) mengklaim, handset pertama hasil kolaborasi BlackBerry dengan pabrikan Foxconn ini akan menyasar segmen menengah ke bawah dan ditujukan bagi negara-negara dengan jumlah penduduk besar seperti India, China, tak terkecuali Indonesia.
Belum ada bocoran lain yang lebih spesifik mengenai perangkat ini. Sambil menunggu BlackBerry versi murahnya, perusahaan asal Kanada ini masih terus memproduksi perangkat versi high end.
Sebelum mencuatnya kabar mengenai kehadiran BlackBerry Jakarta, BlackBerry memang sudah memastikan akan mulai memproduksi handsetnya di Indonesia. Ini setelah mereka mengumumkan jalinan kerjasamanya dengan Foxconn.
BlackBerry telah menandatangani kesepakatan dengan Foxconn, dimana salah satu isinya adalah tentang basis produksi ponsel BlackBerry yang akan dibuat di Indonesia dan Meksiko.
Di bawah kemitraan ini, Foxconn akan memproduksi produk-produk BlackBerry melalui fasilitas yang ada di Indonesia dan Meksiko. BlackBerry akan memiliki seluruh hak kekayaan intelektual serta jaminan kualitas produk perangkat, sama halnya dengan para produsen pihak ketiga saat ini.
Sampai kemudian, BlackBerry terus kehilangan pangsa pasar secara signifikan. Belakangan, BlackBerry pun menghadirkan ponsel full layar sentuh Z10. Sayangnya, BlackBerry dinilai terlambat dan tidak sukses memikat pasar.
Tampaknya BlackBerry akan mencoba lagi peruntungannya menghadirkan smartphone layar sentuh. BlackBerry terbaru, yang disebut-sebut punya nama kode Jakarta, kabarnya tidak akan menggunakan keyboard.
Laporan yang dilansir Boys Genius Report, Selasa (31/12/2013) mengklaim, handset pertama hasil kolaborasi BlackBerry dengan pabrikan Foxconn ini akan menyasar segmen menengah ke bawah dan ditujukan bagi negara-negara dengan jumlah penduduk besar seperti India, China, tak terkecuali Indonesia.
Belum ada bocoran lain yang lebih spesifik mengenai perangkat ini. Sambil menunggu BlackBerry versi murahnya, perusahaan asal Kanada ini masih terus memproduksi perangkat versi high end.
Sebelum mencuatnya kabar mengenai kehadiran BlackBerry Jakarta, BlackBerry memang sudah memastikan akan mulai memproduksi handsetnya di Indonesia. Ini setelah mereka mengumumkan jalinan kerjasamanya dengan Foxconn.
BlackBerry telah menandatangani kesepakatan dengan Foxconn, dimana salah satu isinya adalah tentang basis produksi ponsel BlackBerry yang akan dibuat di Indonesia dan Meksiko.
Di bawah kemitraan ini, Foxconn akan memproduksi produk-produk BlackBerry melalui fasilitas yang ada di Indonesia dan Meksiko. BlackBerry akan memiliki seluruh hak kekayaan intelektual serta jaminan kualitas produk perangkat, sama halnya dengan para produsen pihak ketiga saat ini.
Inovasi Masa Depan, Layar Tekuk di Gelas Hingga Talenan
Bila layar fleksibel di smartphone Galaxy Round adalah satu-satunya yang diperbuat oleh Samsung, maka dipastikan Anda salah besar. Karena perusahaan ini mempunyai mimpi di masa depan.
Ya, dalam sebuah video berdurasi 3 menit 28 detik, Samsung menggambarkan bagaimana mereka akan membuat layar yang inovatif di masa depan. Memang ini hanya sebuah konsep, tapi bukankah imajinasi lebih berarti dari sebuah mimpi?
Di video ini, Samsung memperlihatkan bagaimana mereka mempunyai visi untuk membuat layar yang bisa ditekuk. Bahkan, tak cuma ditekuk namun juga tembus pandang.
Karena inovasi inilah, layar Samsung bisa dibenamkan di mana saja. Misalnya di gelas, talenan, hingga di kaca mobil.
Ini tentu saja bukan sekedar penghias aksesoris saja. Namun, juga menjadi sumber informasi untuk membantu kehidupan manusia sehari-hari.
Ya, dalam sebuah video berdurasi 3 menit 28 detik, Samsung menggambarkan bagaimana mereka akan membuat layar yang inovatif di masa depan. Memang ini hanya sebuah konsep, tapi bukankah imajinasi lebih berarti dari sebuah mimpi?
Di video ini, Samsung memperlihatkan bagaimana mereka mempunyai visi untuk membuat layar yang bisa ditekuk. Bahkan, tak cuma ditekuk namun juga tembus pandang.
Karena inovasi inilah, layar Samsung bisa dibenamkan di mana saja. Misalnya di gelas, talenan, hingga di kaca mobil.
Ini tentu saja bukan sekedar penghias aksesoris saja. Namun, juga menjadi sumber informasi untuk membantu kehidupan manusia sehari-hari.
Mobil Bertenaga Bensin Masih Laku di 2040
Departemen Energi Amerika Serikat memaparkan laporan yang menjelaskan, mobil berbahan bakar bensin masih populer hingga 37 tahun mendatang.
Detroitnews melansir, meski digempur teknologi hybrid dan mobil listrik, mobil berbahan bakar bensin masih akan mendominasi hingga 2040. Menurut laporan United States Department of Energy, 78% dari mobil di AS masih bertenaga bensin pada 2040.
Di sisi lain, diperkirakan 42% dari semua mobil di dunia akan memiliki teknologi micro-hybridatau teknologi serupa pada tahun tersebut.
Detroitnews melansir, meski digempur teknologi hybrid dan mobil listrik, mobil berbahan bakar bensin masih akan mendominasi hingga 2040. Menurut laporan United States Department of Energy, 78% dari mobil di AS masih bertenaga bensin pada 2040.
Di sisi lain, diperkirakan 42% dari semua mobil di dunia akan memiliki teknologi micro-hybridatau teknologi serupa pada tahun tersebut.
Disebutkan, hanya 5% dari semua mobil di dunia pada 2040 adalah mobil full-hybrid.
Kemudian, popularitas mobil diesel akan berlipat menjadi 4%, sementara mobil plug-in hybridhanya akan mewakili 1% dari pasar.
Dan untuk mobil listrik, angkanya sangat kecil yakni hanya 1% saja meski saat ini gencar dikampanyekan oleh produsen di seluruh dunia.
Kemudian, popularitas mobil diesel akan berlipat menjadi 4%, sementara mobil plug-in hybridhanya akan mewakili 1% dari pasar.
Dan untuk mobil listrik, angkanya sangat kecil yakni hanya 1% saja meski saat ini gencar dikampanyekan oleh produsen di seluruh dunia.
Wah, Lampu Ini Berbentuk Astronot!
Lampu meja memang banyak jenisnya, namun lampu bentuk astronot ini cukup unik. Seperti apa?
Situs ThinkGeek kini menjual lampu meja belajar unik yang bernama Astronaut USB Light.
Lampu meja berbentuk astronot ini menyedot daya listrik melalui koneksi USB. Sementara untuk lampunya dapat dinyalakan serta dimatikan melalui kaca penutup helm astronotnya.
Astronaut USB Light ini dibanderol dengan harga US$19,99 atau sekitar Rp240 ribu.
Berminat untuk membelinya? Klik saja di sini.
Ada Terowongan Misterius di Mars, Apa Fungsinya?
Foto dari United States Geological Survey (USGS) mengungkap fakta terbaru tentang misteri terowongan di Planet Mars. Apa fungsi sebenarnya terowongan ini?
Meski fakta ini banyak diketahui sebelumnya, NASA tetap menolak untuk memberikan penjelasan terkait fungsi dan siapa yang membuat terowongan tersebut.
Foto-foto terbaru tentang terowongan yang berbentuk seperti cacing raksasa tersebut diungkap oleh United States Geological Survey (USGS).
"Saya percaya bahwa ada spesies cerdas hidup di bawah permukaan Mars dan tabung ini bukanlah untuk transportasi, melainkan sebagai pembuangan (gas) metana yang membuat (suatu) organisme (bisa) hidup," kata pengamat UFO ternama Scott C Waring dalam blog resminya.
Anda bisa mengakses foto tersebut langsung di situs USGS dalam tautan berikut.
Ribuan Orang Ini Siap Menghabiskan Hidup di Mars
Misi membuat koloni manusia di Mars yang digagas oleh Mars One telah menyisihkan dari sekitar 200 ribu kandidat menjadi tinggal 1.058 orang.
Koloni akan dilengkapi tempat tinggal layak huni, rumah kaca, robot rover dan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup di Planet Mars.
Nantinya proyek ini akan dibuat menjadireality show sebagai cara untuk mendapatkan dana tambahan untuk kelanjutan proyek.
Bas Lansdorp, bos dari Mars One percaya prosesnya akan menjadi acara reality show terbesar di dunia yang pernah ada. Ia mengklaim tidak akan bekerja sama dengan NASA dalam proyek ini, demikian yang dilansir Mashable.
Dari 1.058 kandidat saat ini, terdiri dari 586 laki-laki dan 472 perempuan. Amerika Serikat memiliki sebagian besar peserta dengan 297 orang. Kanada di tempat berikut dengan 75 orang, 62 dari India, dan 52 dari Rusia.
Sisanya tersebar dari seluruh dunia bahkan ada yang dari Singapura. Indonesia? Namun tidak diketahui secara detail.
Mayoritas dari mereka sangat berpendidikan. Sebanyak 347 di antaranya memegang gelar sarjana, 159 bergelar doktor, dan bahkan 29 dari mereka adalah profesor.
Koloni akan dilengkapi tempat tinggal layak huni, rumah kaca, robot rover dan segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup di Planet Mars.
Nantinya proyek ini akan dibuat menjadireality show sebagai cara untuk mendapatkan dana tambahan untuk kelanjutan proyek.
Bas Lansdorp, bos dari Mars One percaya prosesnya akan menjadi acara reality show terbesar di dunia yang pernah ada. Ia mengklaim tidak akan bekerja sama dengan NASA dalam proyek ini, demikian yang dilansir Mashable.
Dari 1.058 kandidat saat ini, terdiri dari 586 laki-laki dan 472 perempuan. Amerika Serikat memiliki sebagian besar peserta dengan 297 orang. Kanada di tempat berikut dengan 75 orang, 62 dari India, dan 52 dari Rusia.
Sisanya tersebar dari seluruh dunia bahkan ada yang dari Singapura. Indonesia? Namun tidak diketahui secara detail.
Mayoritas dari mereka sangat berpendidikan. Sebanyak 347 di antaranya memegang gelar sarjana, 159 bergelar doktor, dan bahkan 29 dari mereka adalah profesor.
Kebanyakan dari mereka sudah bekerja, tetapi ada juga yang masih bersekolah. Sebagian besar kandidat umurnya di bawah 36 tahun.
Mereka akan menjalani pemeriksaan medis dan beberapa tahapan seleksi yang sangat ketat, termasuk tes fisik dan emosional. Pelatihannya akan dilakukan selama sekitar delapan tahun.
Pada akhirnya akan dipilih 24 astronot oleh publik lewat acara reality show tersebut, dan akan disusun dalam enam tim yang masing-masing berisi empat orang.
Mereka akan menjalani pemeriksaan medis dan beberapa tahapan seleksi yang sangat ketat, termasuk tes fisik dan emosional. Pelatihannya akan dilakukan selama sekitar delapan tahun.
Pada akhirnya akan dipilih 24 astronot oleh publik lewat acara reality show tersebut, dan akan disusun dalam enam tim yang masing-masing berisi empat orang.
Dua puluh empat orang terpilih tersebut disiapkan untuk menjadi penduduk permanen Planet Mars pada 2023.
Pesawat Misterius Ditemukan di Planet Mars, UFO?
Dalam foto yang diambil NASA, ditemukan objek misterius berbentuk seperti pesawat di permukaan planet Mars. Mungkinkah alien sedang berkunjung ke Mars?
Objek dalam foto ini ditemukan oleh pengamat UFO ternama, Scott C. Waring yang dipaparkan dalam blog miliknya. Di foto tersebut, pesawat itu terlihat memiliki desain sangat futuristik, meski sedikit tertutup debu di permukaannya.
Perhatikan lebih dekat jika objeknya diperbesar. Seketika Anda akan ingat bentuk pesawat seperti di sejumlah film fiksi ilmiah seperti Star Wars atau Star Trek.
Terlihat bagian kokpit dari pesawat, sayap, hidung pesawat dan lainnya. Melihat objeknya yang tertutup debu atau pasir, nampaknya pesawat ini sudah ditinggalkan untuk waktu lama.
Cukup mengherankan mengapa robot rover Curiosity NASA tidak menemukannya dalam penjelajahan di planet merah tersebut, atau, memang ada sesuatu yang disembunyikan?
Klik di sini untuk melihat fotonya secara langsung di situs resmi NASA.
Objek dalam foto ini ditemukan oleh pengamat UFO ternama, Scott C. Waring yang dipaparkan dalam blog miliknya. Di foto tersebut, pesawat itu terlihat memiliki desain sangat futuristik, meski sedikit tertutup debu di permukaannya.
Perhatikan lebih dekat jika objeknya diperbesar. Seketika Anda akan ingat bentuk pesawat seperti di sejumlah film fiksi ilmiah seperti Star Wars atau Star Trek.
Terlihat bagian kokpit dari pesawat, sayap, hidung pesawat dan lainnya. Melihat objeknya yang tertutup debu atau pasir, nampaknya pesawat ini sudah ditinggalkan untuk waktu lama.
Cukup mengherankan mengapa robot rover Curiosity NASA tidak menemukannya dalam penjelajahan di planet merah tersebut, atau, memang ada sesuatu yang disembunyikan?
Klik di sini untuk melihat fotonya secara langsung di situs resmi NASA.
Langganan:
Komentar (Atom)