Jumat, 14 Februari 2014

Hasil Studi 11 Tahun: Tidak Ada Bukti Bahwa Radiasi Ponsel Sebabkan Penyakit Kronis

Hasil Studi 11 Tahun: Tidak Ada Bukti Bahwa Radiasi Ponsel Sebabkan Penyakit Kronis
Sejak akhir periode 90-an silam, Anda mungkin sudah akrab dengan mitos bahwa terlalu sering menggunakan ponsel akan berdampak buruk pada kesehatan, bahkan mampu menyebabkan sejumlah penyakit-penyakit kronis yang tak bisa disembuhkan.

Kini, setelah melewati proses studi 11 tahun lamanya dan mencakup 31 jenis proyek riset dengan estimasi biaya total mencapai $22,4 juta atau sekitar Rp 260 miliar, menghasilkan sebuah laporan dengan kesimpulan bahwa penggunaan ponsel tidak memiliki dampak negatif pada kesehatan. Laporan setebal 60-halaman tersebut juga menjelaskan bahwa tidak ada bukti kalau terlalu sering menggunakan ponsel pada saat kehamilan akan meningkatkan resiko terkena kanker pada usia dini, atau bahwa penggunaan ponsel juga mampu menyulut resiko terkena penyakit leukimia.
Laporan tersebut juga tidak menyertakan adanya hubungan bahwa menyimpan ponsel di saku celana akan memberikan dampak negatif pada alat reproduksi Anda, mengingat dekatnya jarak antara antenna ponsel dengan alat vital Anda.
Sayangnya laporan tersebut tidak betul-betul secara eksplisit menyatakan bahwa para pengguna ponsel sepenuhnya aman dari penggunaan secara rutin. Seperti yang disebutkan di bagian atas, studi tersebut hanya menyimpulkan bahwa dari hasil studi mereka selama 11 tahun, mereka tidak bisa menemukan bukti sebab akibat antara penggunaan ponsel dengan potensi penyakit yang bisa ditimbulkan.
Laporan tersebut menyarankan bahwa masih perlu ada studi lanjutan yang mempelajari dampak ponsel pada anak-anak, juga kemungkinan dampak sinyal ponsel pada fungsi otak atau ketika seseorang sedang tidur
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar