Sekarang LG G Flex telah siap beredar di luar Korea mulai dari Singapura dan Hongkong, dan mungkin tidak lama lagi akan berada di Indonesia. Untuk mewujudkan teknologi di G Flex, LG harus mengerahkan para insinyur-nya untuk membuat layar 6 inci (LG Display) dan baterai (LG Chem) yang keduanya memiliki arsitektur Fleksibel. Keterlibatan dua divisi LG ini tidak lain karena mereka telah meramalkan bahwa setengah dari populasi ponsel di masa depan akan memiliki desain fleksibel.
“Semua ponsel saat ini terasa datar. Namun, saat kamu memproyeksikan masa depan, itu tidak akan sama seperti hari ini. Jadi G Flex kini berada di jalur yang benar.” Ramchan Woo.
Dikutip dari Android Central, ramalan ini merupakan hasil penelitian dari Dr Ramchan Woo, head of the LTE Product Planning Division LG Electronics Mobile. Ia malah memastikan persentase populasi ponsel fleksibel akan berkisar hingga 40 persen pada akhir dekade.
Woo juga menambahkan bahwa pergeseran itu akan berlangsung organik, artinya permintaan masyarakat yang akan menentukan produksi G Flex semakin besar. Sadar atau tidak, tubuh kita sebenarnya tidaklah datar, banyak lekukan pada tubuh yang akan membuat G Flex terkesan body fit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar